NILAI KEHIDUPAN (2) - DOSEN SPESIAL

Kamis, 30 Januari 2014

NILAI KEHIDUPAN (2)



 Setelah kita ketahui beberapa nilai pada tulisan sebelumnya maka kita akan mengupas masing-masing nilai tersebut. Pengetahuan ini penting agar kita mampu menetapkan hal yang menjadi dorongan untuk mencapainya....Begini Penjelasannya:
Nilai materil (qimah madiyah) adalah usaha yang bersifat materi.  Yakni materi yang tersentuh dan terasa seperti makanan, kendaraan bermotor, nuquud (uang emas dan perak) dan bumi, dan segala sesuatu yang dimanfaatkan dari materi seperti busana yang dipakai dan makanan yang dimakan, yang semuanya dihasilkan manusia.  Bila ia seorang pedagang, ia akan berupaya mendapat untung dengan tetap tidak melakukan perkara haram dalam dagangannya.
Nilai spiritual (qimah ruhiyah) diwujudkan dengan jalan menunaikan ibadah-ibadah mahdhah kepada Allah SWT. Shalat wajib tak pernah ia lupakan, shalat sunat tahajut, dhuha dan lainnya diupayakan untuk selalu dilakukan.  Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Akibatnya akan menambah perasaan bahwasannya dia memiliki hubungan dengan Allah.  Perasaan ini akan dapat memenuhi naluri beragamanya, dia merasakan ketenangan dan kedamaian jiwa.  Begitupula nilai humanistis (qimah insaniah) diwujudkan dengan peduli sesama manusia tanpa melihat apa suku, ras, ataupun agamanya.  Misalnya ketika dijalan ada orang tertabrak, tanpa perlu lagi bertanya apa suku, bangsa, atau agamanya ia segera menolongnya.  Ketika ia datang ke kamp pengungsi akibat bencana alam ia akan memberi bantuan kepada siapa saja tanpa pandang bulu.  Ketika di kantor ada yang ingin meminta tolong untuk membantunya menyelesaikan pekerjaan, maka ia akan segera memberikan bantuan tanpa membeda-bedakan.  Seorang muslim mau melaksanakan semua itu dikarenakan Allah SWT telah memerintahkannya, tidak karena melaksanakan balasan berupa materi.  Bahkan bisa jadi akan memberikan kerugian materi, seperti nelayan yang meninggalkan jaring dengan ikan di dalamnya karena menyelamatkan seseorang yang nyaris tenggelam. Sesungguhnya salah seorang dari kalian adalah cermin bagi saudaranya.  Apabila ia melihat sesuatu yang menyakiti, maka sisihkanlah dari saudaranya (Hadits Rasulullah)
Nilai moral diwujudkan dengan cara memakai salah satu sifat dari sifat-sifat Allah yang telah dituntut untuk digunakan, diantaranya: 
1.        Dan pergaulilah manusia dengan akhlak yang baik
2.        Wahai orang-orang yang beriman sabarlah kalian dan kuatkanlah kesabaran kalian (QS Ali Imran:200)
3.        Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada  (QS an Nuur:22)
4.        Malu itu sebagian dari iman, sedangkan iman itu di surga
5.        Dermawan itu dekat kepada Allah dan dekat dari surga.
6.        Barangsiapa beriman dengan Allah dan hari akhir, maka muliakanlah tamunya.
7.        Dan orang-orang yang apabila orang-orang bodoh menyapa mereka tetap mengucapkan salam (QS al Furqan:63)  
Seorang muslim yang menebar biji-biji gandum kepada kawanan burung untuk memburunya, ia melaksanakan aktivitas itu untuk meraih nilai materi. Tapi seorang muslim yang menyebar biji gandum kepada burung agar mereka makan lalu memberi makan anak-anaknya, ia meraih dan melestarikan nilai moral, yaitu sifat belas kasih dengan binatang (hewan) yang Allah telah memerintahkannya.   
Nilai spiritual (qimah ruhiyah) itu berbeda dari nilai-nilai yang lain karena memancar dari aktivitas-aktivitas yang mengatur akan interaksi hamba dengan Tuhannya, sedangkan orang lain tidak bisa merasakan kenyataannya. Sedangkan nilai materil (qimah madiyah) maka bekasnya berupa materi yang bisa diraba dan bisa disentuh oleh indera.  Nilai humasnistis (qimah insaniah) dan nilai moral (qimah khuluqiah) keduanya mempunyai bekas yang bisa dirasa tapi tidak bisa disentuh.  Sedangkan nilai spiritual tidak ada yang dapat merasakan bekasnya selain orang yang meraihnya, tetapi ia bisa merasakan bekasnya dari orang lain. 
Masalah yang kemudian muncul adalah apa korelasi antara memuaskan macam naluri serta kebutuhan jasmani dengan meraih nilai-nilai yang tadi (nilai materi, spiritual, humanistis dan moral? Pertanyaan ini sangat penting untuk di jawab karena faktanya setiap manusia ketika melaksanakan aktivitas kesehariannya untuk memenuhi naluri dan kebutuhan jasmaninya selalu bersamaan dengan aktivitas untuk nilai tertentu dari setiap aktivitas yang dilaksanakan.  Jawaban yang memuaskan untuk pertanyaan ini akan dapat merubah ataupun menjadikan seseorang dalam aktivitasnya memiliki tujuan yang jelas, tidak apriori dan spirit yang kuat serta memiliki keseimbangan kehidupan.

Berhubung penulis agak kecapean menguji mahasiswa hari ini, maka tulisan ini diakhiri dulu...semoga dapat dipahami dan mudah diimplemetasikan. Namun saya yakin benang merahnya belum benar-benar terlihat...Silahkan ikuti tulisan berikutnya pada NILAI KEHIDUPAN (3) (LS)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar