Setelah kita ketahui beberapa nilai pada tulisan sebelumnya maka kita akan mengupas masing-masing nilai tersebut. Pengetahuan ini penting agar kita mampu menetapkan hal yang menjadi dorongan untuk mencapainya....Begini Penjelasannya:
Nilai materil (qimah madiyah) adalah usaha yang bersifat materi. Yakni materi yang tersentuh dan terasa
seperti makanan, kendaraan bermotor, nuquud
(uang emas dan perak) dan bumi, dan segala sesuatu yang dimanfaatkan dari
materi seperti busana yang dipakai dan makanan yang dimakan, yang semuanya
dihasilkan manusia. Bila ia seorang
pedagang, ia akan berupaya mendapat untung dengan tetap tidak melakukan perkara
haram dalam dagangannya.
Nilai spiritual (qimah ruhiyah) diwujudkan dengan jalan
menunaikan ibadah-ibadah mahdhah kepada Allah SWT. Shalat wajib tak pernah ia
lupakan, shalat sunat tahajut, dhuha dan lainnya diupayakan untuk selalu
dilakukan. Hal ini dilakukan dengan
tujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Akibatnya akan menambah
perasaan bahwasannya dia memiliki hubungan dengan Allah. Perasaan ini akan dapat memenuhi naluri
beragamanya, dia merasakan ketenangan dan kedamaian jiwa. Begitupula nilai humanistis (qimah insaniah) diwujudkan dengan peduli
sesama manusia tanpa melihat apa suku, ras, ataupun agamanya. Misalnya ketika dijalan ada orang tertabrak,
tanpa perlu lagi bertanya apa suku, bangsa, atau agamanya ia segera
menolongnya. Ketika ia datang ke kamp
pengungsi akibat bencana alam ia akan memberi bantuan kepada siapa saja tanpa
pandang bulu. Ketika di kantor ada yang
ingin meminta tolong untuk membantunya menyelesaikan pekerjaan, maka ia akan
segera memberikan bantuan tanpa membeda-bedakan. Seorang muslim mau melaksanakan semua itu
dikarenakan Allah SWT telah memerintahkannya, tidak karena melaksanakan balasan
berupa materi. Bahkan bisa jadi akan
memberikan kerugian materi, seperti nelayan yang meninggalkan jaring dengan ikan
di dalamnya karena menyelamatkan seseorang yang nyaris tenggelam. Sesungguhnya
salah seorang dari kalian adalah cermin bagi saudaranya. Apabila ia melihat sesuatu yang menyakiti,
maka sisihkanlah dari saudaranya (Hadits Rasulullah)
Nilai moral diwujudkan dengan cara
memakai salah satu sifat dari sifat-sifat Allah yang telah dituntut untuk
digunakan, diantaranya:
1.
Dan
pergaulilah manusia dengan akhlak yang baik
2.
Wahai
orang-orang yang beriman sabarlah kalian dan kuatkanlah kesabaran kalian (QS Ali
Imran:200)
3.
Dan
hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada
(QS an Nuur:22)
4.
Malu itu
sebagian dari iman, sedangkan iman itu di surga
5.
Dermawan itu
dekat kepada Allah dan dekat dari surga.
6.
Barangsiapa
beriman dengan Allah dan hari akhir, maka muliakanlah tamunya.
7.
Dan
orang-orang yang apabila orang-orang bodoh menyapa mereka tetap mengucapkan
salam (QS al Furqan:63)
Seorang muslim yang menebar
biji-biji gandum kepada kawanan burung untuk memburunya, ia melaksanakan
aktivitas itu untuk meraih nilai materi. Tapi seorang muslim yang menyebar biji
gandum kepada burung agar mereka makan lalu memberi makan anak-anaknya, ia
meraih dan melestarikan nilai moral, yaitu sifat belas kasih dengan binatang
(hewan) yang Allah telah memerintahkannya.
Nilai spiritual (qimah ruhiyah) itu berbeda dari
nilai-nilai yang lain karena memancar dari aktivitas-aktivitas yang mengatur
akan interaksi hamba dengan Tuhannya, sedangkan orang lain tidak bisa merasakan
kenyataannya. Sedangkan nilai materil (qimah
madiyah) maka bekasnya berupa materi yang bisa diraba dan bisa disentuh
oleh indera. Nilai humasnistis (qimah insaniah) dan nilai moral (qimah khuluqiah) keduanya mempunyai
bekas yang bisa dirasa tapi tidak bisa disentuh. Sedangkan nilai spiritual tidak ada yang
dapat merasakan bekasnya selain orang yang meraihnya, tetapi ia bisa merasakan
bekasnya dari orang lain.
Masalah yang kemudian muncul adalah
apa korelasi antara memuaskan macam naluri serta kebutuhan jasmani dengan
meraih nilai-nilai yang tadi (nilai materi, spiritual, humanistis dan moral?
Pertanyaan ini sangat penting untuk di jawab karena faktanya setiap manusia
ketika melaksanakan aktivitas kesehariannya untuk memenuhi naluri dan kebutuhan
jasmaninya selalu bersamaan dengan aktivitas untuk nilai tertentu dari setiap
aktivitas yang dilaksanakan. Jawaban
yang memuaskan untuk pertanyaan ini akan dapat merubah ataupun menjadikan
seseorang dalam aktivitasnya memiliki tujuan yang jelas, tidak apriori dan
spirit yang kuat serta memiliki keseimbangan kehidupan.
Berhubung penulis agak kecapean menguji mahasiswa hari ini, maka tulisan ini diakhiri dulu...semoga dapat dipahami dan mudah diimplemetasikan. Namun saya yakin benang merahnya belum benar-benar terlihat...Silahkan ikuti tulisan berikutnya pada NILAI KEHIDUPAN (3) (LS)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar