NILAI KEHIDUPAN (1) - DOSEN SPESIAL

Selasa, 28 Januari 2014

NILAI KEHIDUPAN (1)



Allah SWT telah memberikan pada diri manusia potensi hidup yang tercermin pada tiga potensi (khosyiyah), yakni: kebutuhan jasmani, naluri-naluri dan akal (idrok).  Semuanya telah ada pada diri manusia yang hidup. Namun yang menjadi masalah adalah bagaimana menggunakannya? Karena bagaimanapun semua potensi hidup itu pasti ada dan selalu melekat pada setiap diri manusia dimanapun, dalam posisi apapun, dan kondisi apapun.
Kebutuhan-kebutuhan jasmani dan naluri-naluri yang melekat tersebut pasti selalu menuntut pemenuhan.  Dan manusiapun pasti akan selalu berusaha untuk memenuhinya karena pembangkit internal untuk kebutuhan jasmani dan pembangkit eksternal untuk naluri-naluri.  Untuk memenuhi kebutuhan tersebut manusia mempergunakan organ tubuh serta fungsi-fungsi organ tubuhnya untuk melakukan aktivitas agar dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan jasmani dan naluri-nalurinya.
Selagi manusia terus melaksanakan berbagai aktivitas untuk memenuhi naluri-naluri serta kebutuhan jasmaninya, maka ia berusaha merealisasikan tujuan (qoshdu) pada setiap aktivitas yang dilaksanakannya. Tujuan-tujuan ini bisa berupa menjaga kelestarian jenisnya, ingin mendapatkan materi, menaikkan jabatannya, menaikkan pangkatnya, ingin dihargai orang lain, ingin dapat pahala, dan tujuan-tujuan lainnya yang sangat manusiawi.  Tujuan-tujuan inipun sejalan dengan potensi manusia, pasti selalu saja ada dalam diri manusia.  Namun mana yang dominan, tentu setiap orang berbeda-beda.  Tergantung apa yang melatar belakangi pikirannya terhadap tujuan tersebut.  Kalau seseorang menganggap bahwa materi adalah satu-satunya yang dapat menyelamatkan kehidupannya, maka dia akan berusaha mati-matian dengan menghalalkan berbagai cara untuk mendapatkannya.  Kalau jabatan, pangkat, prestise menjadi satu-satunya yang dapat menyelamatkan dan membahagiakan hidupnya, tentu akan diraih meskipun harus mengorbankan idealisme dan norma-norma kepatutan. Gesek sini, gesek situ, sikat sini, sikut situ sudah menjadi pemandangan yang lumrah di lingkungan kita hidup, baik di rumah, di kantor, di pasar, di gedung DPR, di partai.  Atau malah seseorang hanya ingin mendapatkan Ridha Allah SWT dengan pahala disisinya, maka dia akan berupaya mendapatkannya sesuai dengan ketentuan Allah SWT. 
Apapun pandangan ataupun latar belakang yang mendasari seseorang ingin merealisasikan tujuannya, sebenarnya Islam telah mengatur aspek ini dengan sangat rinci dan manusiawi untuk dilaksanakan.  Allah SWT telah menentukan nilai bagi manusia untuk setiap aktivitas WAJIB direalisasikan ketika melaksanakan aktivitasnya.
Apabila kita meneliti hukum-hukum syari’at yang menuntut kita untuk melaksanakan berbagai aktivitas, niscaya kita menemukan bahwa nilai-nilai perbuatan yang harus direalisasikan dan dilestarikan adalah terdapat 4 (empat) nilai yaitu:
a.         Nilai materil (qimah madiyah),
b.        Nilai spiritual (qimah ruhiyah),
c.         Nilai humanistis (qimah insaniyah)
d.        Nilai moral. 
Tidak akan keluar dari keempat ini.  Adapun yang lain, itu hanyalah turunan dari ke empat nilai tersebut.
(Penjelasan selanjutnya pada tulisan berikutnya...NILAI KEHIDUPAN (2)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar